SIDOARJO – Terbakarnya rumah dinas SDN Gilang II pada tanggal 13 Desember 2024 lalu akibat konsleting listrik yang ditempati Suharminto penjaga sekolah tersebut masih menyisakan duka buat keluarganya.
Bagaimana tidak, hingga saat ini rumah dinas itu belum ada perbaikan atau penanganan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo (Dispendikbud) sehingga untuk sementara keluarga Suharminto ditampung diruang rapat Pemerintah Desa Gilang.
Kepala Sekolah SDN Gilang II Purnomo ketika ditemui awak media GeloraJatim Kamis ( 23/01/2025 ) pagi menyatakan sudah bersurat ke Dispendikbud Sidoarjo untuk meminta bantuan perbaikan rumah dinas tersebut.
” Rumah itu sudah kita bersihkan dan kita juga sudah bersurat ke Dispendiknas dari awal setelah kejadian untuk meminta bantuan perbaikan, akan tetapi hingga saat ini belum ada jawaban,” ujar Purnomo. ”Untuk rumah dinas mungkin bukan proyeksi utama terkecuali kejadiannya ruang kelas,” Imbuhnya.

” Kita juga berinisiatif mengadakan penggalangan dana dengan guru – guru dan wali murid minimal bisa memperbaiki atapnya dulu supaya bisa segera ditempati meskipun untuk sementara waktu “, papar Purnomo mengakhiri.
Terpisah Sekretaris Desa Gilang Bakruddin Alim, S.Pd.I mengatakan sudah bersurat untuk meminta petunjuk ke Pemerintah Kecamatan Taman untuk langkah – langkah perbaikan rumah dinas SDN Gilang II yang berada dibelakang kantor Desa Gilang ini.
” Terkait peristiwa terbakarnya rumah dinas SDN Gilang II langkah awal saya berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Taman yang dilanjut dengan bersurat,” Ujar Bakruddin. ” Karena saat itu masih ada Bapak Kepala Desa maka saya pelaporannya atas nama Bapak kepala Desa,” Imbuh Bakruddin.
” Akan tetapi tidak berhenti diunsur diatas pimpinan kami tetapi mencoba melebarkan sayap dengan menggandeng teman – teman Lazisnu dan Alhamdulillah responnya sangat cepat karena tidak begitu lama langsubg ada survey dilokasi rumah dinas yang terbakar,” Papar Pria yang juga Plh Kepala Desa Gilang ini.
Masih lanjut Bakruddin ,” Setelah disurvey, kami dan Lazisnu terkendala status kepemilikan lahan dimana status lahan tersebut dimiliki oleh Dispendikbud ,” terang Bakruddin lagi.
” Akan tetapi dari Lazisnu menyanggupi untuk membantu pengadaan perabotan rumah tangga, terkait fisiknya dibantu sampai ke Lazisnu, ” kata dia lagi.
Lebih lanjut Bakruddin menambahkan ,” 2 Minggu yang lalu kami menandatangani mengetahui atas nama Pemerintah Desa Gilang yang dibuat oleh Lazisnu MWC NU Taman untuk bersurat kepada Baznas Sidoarjo, akan tetapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut ,” tandas pria dengan 2 orang putra ini .
” Harapan kami kedepan supaya ada perhatian dan tindak lanjut supaya segera bisa ditempati kembali mengingat didalam keluarga penjaga sekolah yang menempati rumah tsb ada seorang disabilitas yang sampai hari ini masih kita tampung diruang rapat Pemdes Gilang ,” ujar Bakruddin penuh harap .
” Memang tidak merepotkan kami , akan tetapi alangkah eloknya ini menjadi perhatian kita bersama dalam rangka misi kemanusiaan karena merekapun butuh tempat tinggal yang layak walaupun rumah tersebut notabene milik Dispendikbud “, tutup Bakruddin mengakhiri wawancara. (Rief)
















