Hari jadi
Sosial

Hari Santri MWC-NU Driyorejo Gresik, Turun Gunung Lakukan Pembinaan Ranting

92
×

Hari Santri MWC-NU Driyorejo Gresik, Turun Gunung Lakukan Pembinaan Ranting

Sebarkan artikel ini
Info Iklan hubungi 085183255578

GRESIK, GELORAJATIM.COM – Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri yang merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Resolusi ini berisi seruan kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan penjajah, hingga memuncak pada perlawanan 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Breaking News

Pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Santri 2024 yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing serta mengedepankan prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan, dengan mengusung tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”, seperti halnya yang dilaksanakan oleh MWC-NU Driyorejo dengan menggelar penilaian sekaligus pembinaan terhadap ranting-ranting NU

Termasuk saat ini para jajaran Syuriah dan Tanfidziyah dengan melakukan turun gunung di Ranting NU Bukit Bambe yang disambut jajaran pengurus Suriyah, Khatib, A’wan dan jajaran Tanfidziyah dengan Sekretaris Didik Cahyono di salah satu perumahan yang tumbuh subur dan perkembangannya beberapa Majelis Ta’lim yang berada di naungan wilayah Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik Jawa Timur. (Rabu, 16/10/2024)

Pada kesempatan itu disampaikan oleh HR. Hendry Ketua Tanfidziyah NU Ranting Bukit Bambe, “Di Perumahan Bukit Bambe ini telah tumbuh dan berkembang 5 (Lima) Majelis Ta’lim” diantaranya (Rabu, 16/10/2024) :

1. MCU (Majelis Cinta Ulama) rutinan Rebo-an dengan amaliyah : Rotibul Hadad dan Qosidah Burdah tiap hari Rabu

2. MT. Miftakhul Khoir sebagai Induk didalamnya ada (MT. As-Salamah dan An-NUR) rutinan Seloso-an dengan amaliyah : Rotibul Hadad, Manaqib dan Sholawatan

3. MT. Hubbun Nabi rutinan Selapan-an Jum’at Legi dengan amaliyah : Yassin, Tahlil dan Istighotsah

4. MT. Sholawat Nariyah rutinan malam Sabtu-an dengan amaliyah : Dzikir Sholawat Nariyah

5. MT. Al Istiqomah rutinan dan amaliyah : Khotmil Qur’an dan Yassinan

Diketahui bersama keberadaan NU, ditengah kemajemukan masyarakat di perumahan yang cukup heterogen dengan berbagai macam Background, latar belakang, pekerjaan, pendidikan dan qsal-usul tercipta sebuah karakteristik yang mana amaliyah-amaliyah kultural NU tumbuh dan berkembang di perumahan Bukit Bambe.

Sementara Ketua Tanfidziyah MWC-NU Driyorejo, KH. Imam Ashadi memberikan motivasi nya dengan mengingatkan pesan dari Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari Pendiri NU, “Barangsiapa yang mengurusi NU, akan saya anggap santriku dan saya doakan husnul khotimah beserta keluarganya” (Rabu, 16/10/2024)

Malam itu rangkaian acara pun dilanjutkan dengan Pembinaan dan Penilaian Ranting NU oleh Sujarto selaku Ketua Tim.

Di-abad ke 2 sejak berdirinya NU, kali ini penekanannya pada penguatan organisasi, beberapa instrumen tentang SK Ranting, Sekretariat, Name Board, Atribut-atribut NU, berdirinya LAZISNU dengan penerapan S3 (Shodaqoh, Sedino, Sewu), SINU Gres, termasuk kegiatan rutinan kelilingan ranting NU yakni Lailatul Ijtima’ menjadi katagori dari penilaian dan pembinaan

“Pada hari santri 22 Oktober 2024 akan digelar apel akbar di lapangan Desa Tenaru – Driyorejo, kami berharap agar tetap ada pembacaan Khotmil Qur’an serentak di masing-masing ranting NU Se-Kecamatan Driyorejo” pesan Sujarto yang pernah menjabat sebagai Camat Driyorejo. (H-Red)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578