GELORAJATIM.COM — Para wartawan yang selama ini bermitra dengan kepolisian selalu aktif menaikkan pemberitaan baik itu given maupun pres rilis dari kepolisian.
Kolaborasi tersebut seharusnya juga diimbangi dengan sesuatu yang menyenangkan atau menghasilkan, agar kesinambungan terjalin seutuhnya dan tidak boleh berat sebelah.
Momen kali ini permasalahan rilis atau given dari pihak kepolisian, yang mana setiap hari dan bahkan setiap detik selalu ada rilis given dengan bertajuk given limite time.
“Kami kecewa tidak seperti tidak ada perhatian atau kebijakan untuk kami, kesannya ada indikasi tebang pilih, padahal kita selalu menaikan berita kinerja baik maupun berita given,“ujar Ton, salah satu wartawan, Minggu (21/7/2024)
Ia menambahkan, rilis given dari setiap Polres/Polresta bahkan dari Mabes Polri senantiasa bergulir, tapi kenapa rilis given itu selalu di share it dan rilis given tersebut patut kita duga amsyong, alias tidak ada komisinya,”ungkapnya.
Patut kita pahami bersama, sambungnya, rilis given dari Polres/Polresta masing masing wilayah setempat, sebetulnya apa arti dan tujuannya, seolah olah berpacu ingin dipublikasikan tapi membebankan awak media.
“Enak kegiatannya bisa diketahui masyarakat melalui media, apalagi mencari pertemanan media yang bisa gratis dan tidak mau membantu administrasi iuran bulanan, dan pihak kehumasan cuma hanya selalu menshare it narasi rilis tetapi tidak bisa dan tidak berani memberikan suatu kontribusi atau bantuan,“Terang Ton.
Kita meskipun media online per anggota wartawan juga dibebani kontribusi ke redaksi. Jadi media tempat kami bernaung juga independen dan komersial, bukan untuk titipan rilis semata, karena setiap pemegang kartu pers sudah tentu bisa menulis dan berkarya.
“Untuk itu saya berharap Bapak Kapolri bisa memerintahkan setiap bidang kehumasan agar mau berpartisipasi atau membantu administrasi setiap media yang berkolaborasi dan bekerja sama dengan pihak humas di setiap Polres/Polresta- nya. Pelitnya anggaran dan atau tidak mau ditemuinya per kolidor anggota/personil, bisa membuat rapuhnya silaturahmi antara media. (Sult)
















