Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Persik Youth Development mulai memanaskan persiapan menghadapi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2026/2027 dengan menggelar seleksi pemain di berbagai daerah. Setelah sebelumnya dibuka di Kediri, seleksi regional kedua berlangsung di Lapangan Gelora Bringinbendo, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (18/07/2026).
Seleksi tersebut menjadi kesempatan bagi para pesepak bola muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus memperebutkan tempat di skuad Persik Youth kelompok usia U-16, U-18, dan U-20 yang akan berlaga di kompetisi EPA musim mendatang.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Sebanyak 35 pemain muda dari berbagai daerah mengikuti seleksi yang dipantau langsung jajaran pelatih Persik Youth Development.
Head Coach Persik Youth Development, Hariadi, mengatakan seleksi di Sidoarjo merupakan rangkaian pencarian bakat yang dilaksanakan di delapan kota di Jawa Timur sebelum memasuki tahapan seleksi nasional.
“Untuk menghadapi EPA 2026-2027 kami mengadakan seleksi di sekitar delapan kota. Sidoarjo menjadi kota kedua setelah Kediri. Setelah ini kami melanjutkan ke Lamongan dan Bojonegoro. Kami mencari pemain usia 16, 18, dan 20 tahun,” ujar Hariadi.
Ia menegaskan tidak ada kuota khusus bagi peserta dari setiap daerah. Seluruh pemain akan dinilai berdasarkan kualitas yang ditunjukkan selama proses seleksi.
“Tidak ada target harus mengambil sekian pemain dari Sidoarjo. Kami memilih sesuai kebutuhan tim. Nantinya beberapa pemain terbaik akan mengikuti training center bersama hasil seleksi dari kota-kota lainnya,” jelasnya.
Hariadi menambahkan, seluruh pemain yang lolos dari delapan kota penyelenggara akan kembali seleksi tingkat nasional di base camp Persik Youth Development di Kediri untuk menentukan skuad terbaik menghadapi Elite Pro Academy 2026/2027.
Sementara itu, Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina Alhaddar, menegaskan Elite Pro Academy merupakan bagian penting dalam sistem pembinaan pemain muda yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi jalur strategis untuk melahirkan pemain berkualitas yang nantinya mampu memperkuat tim senior Persik Kediri hingga berpeluang membela Tim Nasional Indonesia.
“Persik Kediri cukup concern dalam membangun pondasi tersebut untuk memunculkan talenta-talenta muda yang diproyeksikan sebagai jalur utama pencarian bibit unggul yang nantinya akan menjadi aset jangka panjang bagi Persik Kediri maupun untuk kepentingan Tim Nasional,” kata Farina.
Kepercayaan Persik Kediri memilih Gelora Bringinbendo sebagai lokasi seleksi juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Bringinbendo. Lapangan tersebut sebelumnya juga digunakan Garudayaksa FC untuk menggelar seleksi pemain.
Kepala Desa Bringinbendo, H. Soleh Dwi Cahyono, mengaku bersyukur fasilitas olahraga di desanya kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan pembinaan klub profesional Indonesia.
“Mewakili Pemerintah Desa Bringinbendo, saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan Lapangan Gelora Bringinbendo kembali dipergunakan untuk seleksi regional Persik Kediri yang nantinya diproyeksikan hingga tingkat nasional. Alhamdulillah, tren Lapangan Gelora Bringinbendo semakin meningkat berkat kerja sama pengurus lapangan, Pemerintah Desa Bringinbendo, dan semua pihak,” tutur H. Soleh Dwi Cahyono.
Pria yang akrab disapa Abah Soleh itu juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Ia berharap para pemain muda mampu menunjukkan kemampuan terbaik, lolos ke tahap berikutnya, serta mewujudkan cita-cita menjadi pesepak bola profesional yang membanggakan orang tua, daerah, dan Indonesia. (rif)
















