Hari jadi
Politik

Fayakundia : HUT PDI-Perjuangan ke 51, Momentum Dekat Masyarakat

68
×

Fayakundia : HUT PDI-Perjuangan ke 51, Momentum Dekat Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Img 20240111 Wa0191 Scaled 1
Info Iklan hubungi 085183255578

SURABAYA, GELORAJATIM.COM – Calon Legislatif DPRD kota Surabaya, Fayakundia Putra Sufi menyatakan Hari Ulang Tahun ke-51 PDI-P, merupakan suatu momen partai yang harus bergerak dan dekat bersama masyarakat.

“Kami undang warga dan tokoh masyarakat Peneleh untuk ikut berpatisipasi merayakan HUT PDI-P ke 51, dan ini menjadikan momen dekat bersama rakyat,” kata kundi saat disela-sela sambutannya pada Rabu, (10/01/2024).

Breaking News

Fayakundia menjelaskan bahwa di daerah Peneleh merupakan wilayah yang melahirkan sosok tokoh penting di Indonesia yaitu Bung Karno.

Namun, Kundi sapaan akrabnya mengatakan PDI-Perjuangan memiliki ideologi-nya yaitu Soekarnois dan Marhaenis.

“Saat masuk di partai PDI-Perjuangan, saya mengetahui semua asal usul lahirnya banteng moncong putih, sekaligus di dalam tubuh struktur dan kader secara terbuka,” ujarnya

Hal itulah, ia tertarik masuk di dunia politik sekaligus menjadi kandidat Calon legislatif DPRD kota Surabaya di Dapil 1 antara lain, Kecamatan Bubutan, Tegalsari, Genteng, Gubeng Simokerto dan Krembangan nomor urut 10.

“Pada HUT ke 51 PDI Perjuangan ini mengusung tema,”Satyam Eva Jayate yang berarti Kebenaran apasti Menang”,” ungkap mas Kundi yang juga Putra Sulung dari tokoh PDI Perjuangan Kota Surabaya (alm) H. Sjukur Amaludin.

Selain itu, momen acara HUT ke 51 tersebut, Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengintruksikan kader seluruh Indonesia, untuk rayakan di perkampungan.

“Agar apa? Kader PDI-Perjuangan selalu dekat dan bersentuhan dengan masyarakat dan selalu menyerukan kebenaran walaupun Pahit ditengah iklim Politik di Indonesia yang memanas,” bebernya.

Kundi menambahkan sebagai warga asli dan terlahir serta besar di daerah Peneleh, ia menilai Peneleh adalah Kampung asli Surabaya yang Kaya akan Ilmu, Budaya, serta catatan sejarah.

“Dimana-mana saya bilang, gambaran kecil Indonesia ada di Peneleh tempat warga saling bertoleransi satu sama lain antar agama, ras, suku, budaya dan tidak membeda-bedakan antar lainnya,” pungkasnya..( *)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578