Hari jadi
Peristiwa

Diduga Meninggal Karena Sakit, Lansia di Gedangan Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Rumahnya

2
×

Diduga Meninggal Karena Sakit, Lansia di Gedangan Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Rumahnya

Sebarkan artikel ini
Img 20260804 Wa0050
Kanit Reskrim Polsek Gedangan Iptu Andri Tri Sasongko, SH (jaket hijau) memantau langsung proses olah TKP dan evakuasi jenazah seorang lansia yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Perumahan Maspion Permata, Desa Bangah, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Warga Perumahan Maspion Permata, Desa Bangah, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia di dalam rumahnya, Senin (03/08/2026) petang. Korban diketahui bernama MS (89), yang diduga telah meninggal dunia akibat sakit saat berada seorang diri di kediamannya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00 WIB setelah seorang tetangga mencium bau tidak sedap yang berasal dari rumah korban. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Ketua RW setempat untuk dilakukan pengecekan bersama.

Breaking News

Setelah beberapa kali mengetuk pintu namun tidak mendapat respons, Ketua RW bersama warga akhirnya membuka paksa pintu rumah. Saat dilakukan pemeriksaan ke dalam rumah, korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar dengan posisi berada di bawah tempat tidur. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Gedangan sekitar pukul 18.00 WIB.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Gedangan bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Sidoarjo segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Sidoarjo guna menjalani pemeriksaan medis atau visum.

Berdasarkan hasil olah TKP, rumah korban dalam keadaan terkunci dari dalam dan korban diketahui tinggal seorang diri. Keterangan para tetangga menyebutkan korban terakhir kali terlihat sekitar tiga hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, anak korban, Jonathan Hebert, menerangkan bahwa ayahnya memang telah lama sakit karena faktor usia.

Kanit Reskrim Polsek Gedangan, Iptu Andri Tri Sasongko, SH., mengatakan hasil pemeriksaan di lokasi tidak menemukan adanya tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana. “Saat kami bersama Unit Identifikasi melakukan olah TKP, kondisi rumah terkunci dari dalam dan tidak ditemukan bekas kerusakan maupun tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak kriminal. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia karena sakit,” jelasnya saat dikonfirmasi awak media GELORAJATIM.COM, Selasa (04/08/2026).

Ia menambahkan, di dalam rumah petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga rutin dikonsumsi korban selama menjalani pengobatan. Menurutnya, kondisi jenazah yang telah membusuk menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan warga.

“Informasi dari tetangga, korban terakhir kali terlihat sekitar tiga hari sebelumnya. Hal itu selaras dengan kondisi jenazah saat ditemukan. Namun demikian, kami tetap melakukan seluruh prosedur penyelidikan sesuai standar untuk memastikan penyebab kematian,” terang Iptu Andri.

Lebih lanjut, Iptu Andri Tri Sasongko menyampaikan bahwa pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. “Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Kami menghormati keputusan tersebut karena berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi tindak pidana. Meski demikian, seluruh rangkaian penanganan, mulai olah TKP, pemeriksaan saksi hingga visum luar terhadap jenazah, tetap kami lakukan sesuai prosedur yang berlaku,” pungkasnya. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578