HUTRI
Peristiwa

Bentrok Konvoi Perguruan Silat dengan Warga Pecah di Trosobo Taman, Satu Orang Terluka

4
×

Bentrok Konvoi Perguruan Silat dengan Warga Pecah di Trosobo Taman, Satu Orang Terluka

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20261003 152734 Gallery
Suasana Jalan Raya Trosobo saat terjadi bentrok antara massa pesilat bs warga, satu orang pesilat terluka dan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah jadi korban bentrokan.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Suasana dini hari di Jalan Raya Trosobo, Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Sidoarjo, mendadak memanas. Bentrokan melibatkan rombongan konvoi salah satu perguruan silat dengan warga setempat terjadi pada Sabtu (03/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Informasi bentrokan tersebut diterima Polsek Taman melalui pengaduan masyarakat. Petugas juga memonitor siaran TikTok Live yang memperlihatkan adanya rombongan konvoi perguruan silat melintas di wilayah Kecamatan Taman.

Breaking News

Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan, SH., MH. bersama Padal, personel patroli dan Reskrim langsung mendatangi lokasi untuk mengendalikan situasi. Saat tiba di Jalan Raya Trosobo, tepatnya di depan PT Mega Baja, petugas mendapati jalan dipenuhi massa dari warga Desa Trosobo maupun Kramat Jegu.

“Begitu mendapatkan informasi adanya bentrokan, kami langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah bentrokan meluas,” ujar Kompol Bagus Kurniawan.

Di tengah kerumunan massa, petugas menemukan seorang laki-laki dalam kondisi terluka. Petugas kemudian berupaya mengevakuasi korban menggunakan mobil patroli. Namun, massa masih sempat mengejar korban sehingga polisi harus menghalau warga sebelum membawa korban meninggalkan lokasi.

“Korban mengalami luka sobek pada bagian kening. Kami langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Karena kondisi Jalan Raya Trosobo masih dipenuhi massa, petugas memilih jalur alternatif melalui Jalan Raya Desa Tanjungsari menuju Puskesmas Taman. Setelah mendapatkan perawatan, korban diketahui masih dalam kondisi terpengaruh alkohol dan kemudian diamankan sementara untuk diserahkan kepada keluarganya.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengaku berinisial YP (25), warga Ambulu, Jember, yang selama ini tinggal kos di wilayah Sukodono. Sebelum kejadian, korban bersama rombongan perguruan silat berkumpul di sebuah warung kopi di sekitar Korem untuk melakukan penggalangan dana bagi rekannya yang menjadi korban pembacokan di wilayah Buduran.

“Setelah kegiatan penggalangan dana selesai, korban bersama sekitar 50 orang lainnya melakukan konvoi menggunakan sepeda motor menuju arah Krian,” terang Kompol Bagus.

Sesampainya di Jalan Raya Trosobo, rombongan konvoi terlibat bentrokan dengan warga. Rombongan kemudian tercerai-berai dan berusaha melarikan diri ke arah Krian. Namun, korban tidak berhasil menyelamatkan diri karena akses jalan tertutup massa hingga akhirnya menjadi sasaran pengeroyokan.

“Dari keterangan korban, saat itu rombongan kocar-kacir. Korban tidak dapat melarikan diri karena jalan tertutup massa dan kemudian mengalami pemukulan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, Kapolsek Taman bersama Padal dan anggota patroli kembali melakukan pemantauan di sepanjang Jalan Raya Trosobo sekitar pukul 03.30 WIB. Hasilnya, situasi berangsur kondusif dan massa telah meninggalkan lokasi.

“Sekitar pukul 03.30 WIB kami kembali melakukan patroli. Situasi sudah kondusif dan kondisi jalan sudah sepi,” pungkas Kompol Bagus.

Sementara itu, sepeda motor milik korban yang sebelumnya diamankan di Polsek Taman setelah diserahkan warga, akhirnya dijemput pihak keluarga. Sekitar pukul 04.30 WIB, korban bersama sepeda motornya dibawa pulang oleh keluarga. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578