SIDOARJO,GELORAJATIM.COM – Beredarnya pamflet yang mencantumkan nama Aditya Indra Putra Mualim beserta informasi mengenai objek rumah yang dikaitkan dengan Bank BPR Delta Artha Sidoarjo memunculkan dugaan penyalahgunaan informasi debitur. Asal-usul dokumen tersebut kini menjadi perhatian dan perlu ditelusuri lebih lanjut.
Direktur Utama BPR Delta Artha Sidoarjo, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, S.T., M.M., saat dikonfirmasi media Gelora Jatim melalui pesan WhatsApp pada Selasa (13/10/2026), menegaskan bahwa pamflet tersebut bukan diterbitkan oleh pihak bank.
“Pamflet itu bukan dari kami, jadi mungkin ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan keadaan,” ujar Sofia.
Sebagai bentuk klarifikasi, Sofia turut mengirimkan contoh pamflet resmi yang digunakan oleh pihak bank sebagai pembanding terhadap dokumen yang beredar di masyarakat.
Beredarnya pamflet yang memuat nama seseorang dan informasi mengenai objek properti menimbulkan pertanyaan: dari mana informasi tersebut diperoleh dan bagaimana dokumen itu bisa tersebar ke masyarakat?
Jika informasi tersebut berasal dari data debitur yang bersifat terbatas dan disebarkan tanpa kewenangan, persoalan ini perlu ditangani secara serius. Namun, hingga kini belum ada bukti terverifikasi yang memastikan bahwa kebocoran data benar-benar terjadi atau bahwa informasi tersebut berasal dari sistem internal bank.
Karena itu, penelusuran diperlukan untuk mengetahui sumber dokumen, pihak yang membuat dan menyebarkannya, serta kemungkinan adanya penyalahgunaan informasi debitur.
Dalam keterangannya, Sofia juga menitipkan pesan kepada para debitur BPR Delta Artha yang memiliki tunggakan angsuran agar segera memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami juga menitipkan pesan kepada para debitur Delta Artha yang mempunyai tunggakan angsuran di Delta Artha agar segera melakukan pembayaran. Rutin membayarkan angsuran tepat waktu supaya tidak timbul fitnah-fitnah seperti di atas,” ungkapnya.
Redaksi telah berupaya meminta keterangan lanjutan kepada pihak BPR Delta Artha Sidoarjo mengenai penelusuran asal-usul pamflet, kemungkinan penyalahgunaan data debitur, serta langkah perlindungan informasi nasabah.Pihak Delta Artha hanya menjawab singkat “Untuk diketahui bahwa rahasia bank adalah nasabah penyimpan dan jumlah simpanannya”.
Namun, hingga berita ini disusun, konfirmasi lanjutan tersebut belum mendapatkan jawaban.( Redaksi)
















