Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Belum selesai menangani penemuan jenazah di kawasan Pasar Sepanjang, personel Polsek Taman kembali mendatangi lokasi orang meninggal dunia di Kelurahan Ketegan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Senin (28/09/2026) pagi. Korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di Jalan Ketegan RT 011/RW 003. Korban diketahui bernama Nanang Nuryunanto, ST., SH., (47), seorang PNS yang bekerja di Bapas Medaeng. Korban merupakan warga Gunungsari Indah, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya.
Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan, S.H., M.H., mengatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat, piket Reskrim dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Ketegan Brigadir M. Aries Firmansyah yang dipimpin Kanit Reskrim langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Usai dari penanganan penemuan jenazah di Pasar Sepanjang, anggota kembali mendapat laporan adanya warga yang meninggal dunia di wilayah Ketegan. Petugas kemudian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Kompol Bagus.
Berdasarkan keterangan saksi Syafi’il Anam (47), korban saat itu mengendarai sepeda motor dengan pelan di Jalan Ketegan. Tiba-tiba korban terjatuh dari sepeda motornya. Saksi yang mengetahui kejadian tersebut kemudian memberikan pertolongan bersama ketua RT dengan membawa korban ke Pos Kamling RT 011 yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Setelah dibawa ke pos kamling, korban kemudian tidak sadarkan diri. Ketua RT selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas untuk meminta bantuan dan dilakukan pengecekan terhadap kondisi korban,” jelasnya.
Setelah identitas korban diketahui bekerja di Bapas Medaeng, pihak Bapas kemudian datang ke lokasi. Korban selanjutnya dievakuasi ke RS Siti Khodijah Sepanjang untuk mendapatkan pemeriksaan. Namun, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
“Informasi dari pihak Bapas dan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung dan sekitar dua minggu sebelumnya sempat menjalani rawat inap di RSI Surabaya. Keluarga juga menerima kejadian tersebut dan menganggapnya sebagai takdir,” ungkap Kapolsek.
Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi maupun visum et repertum dan kemudian membuat surat pernyataan. Setelah seluruh proses penanganan di rumah sakit selesai, jenazah korban dibawa oleh keluarga menuju rumah duka di Surabaya untuk selanjutnya dimakamkan. “Dari hasil penanganan di lapangan, petugas telah meminta keterangan saksi, melakukan pengecekan TKP serta mengevakuasi korban ke rumah sakit. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkas Kompol Bagus. (rif)
















