Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Pertandingan sengit mewarnai gelaran Piala Grassroot Kepala Desa Bringinbendo II U-10 Zona Sidoarjo yang berlangsung di Lapangan Gelora Bringinbendo, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (11/09/2026). Sebanyak 16 tim sekolah sepak bola (SSB) bersaing memperebutkan golden ticket bergengsi menuju Serie Nasional di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.
Sejak babak penyisihan, persaingan antar tim berlangsung ketat. Para pemain usia dini tampil penuh semangat dan menunjukkan kemampuan terbaiknya demi mengamankan tiket menuju kompetisi tingkat nasional.
Salah satu tim yang mencuri perhatian adalah SSB Singa Gila FC asal Pasuruan. Mengandalkan kerja sama tim yang kompak, Singa Gila FC mampu tampil impresif dan konsisten sejak babak penyisihan hingga semifinal. Permainan kolektif yang diperagakan membuat langkah mereka sulit dihentikan lawan.
Pemain Singa Gila FC bernomor punggung 8 juga tampil menonjol dengan kemampuan skill di atas rata-rata. Ia menjadi motor serangan tim dan sukses mencetak dua gol pada babak semifinal. Torehan tersebut mengantarkan Singa Gila FC melaju ke partai final sekaligus memastikan golden ticket Serie Nasional berada dalam genggaman.
Memasuki partai final, Singa Gila FC semakin menggila. Menghadapi Farfaza Pink FC, para pemain Singa Gila FC tampil percaya diri dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Mereka akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 2-0 sekaligus menutup perjalanan turnamen tanpa mengalami kekalahan sejak babak penyisihan hingga partai final.
Manajer SSB Singa Gila FC Pasuruan, Budi Prasetiyo, mengatakan keberhasilan meraih golden ticket menjadi motivasi bagi timnya untuk melakukan persiapan lebih maksimal. Sebab, persaingan di Serie Nasional dipastikan jauh lebih berat dibandingkan turnamen zona Sidoarjo.
“Untuk persiapan mungkin akan lebih ditingkatkan karena lawan kita mungkin akan jauh lebih berat dibanding yang sekarang. Jadi nanti anak-anak harus lebih di-prepare untuk persiapan Serie Nasional di Bogor,” kata Budi.
Menurut Budi, target tetap dipasang sebagai motivasi bagi seluruh pemain dan tim pelatih. Namun, ia menegaskan persiapan menjadi hal utama yang harus dilakukan sebelum menghadapi persaingan di Bogor.
“Target tetap kita usahakan karena itu menjadi motivasi kepada kita semua. Jadi target kita tetap ada, tapi apa pun itu persiapan harus lebih diutamakan,” pungkasnya. (rif)
















