Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Komitmen Pemerintah Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, dalam pembinaan sepak bola usia dini kembali dibuktikan. Kepala Desa Bringinbendo H. Soleh Dwi Cahyono kembali menggulirkan Turnamen Piala Grassroot Kepala Desa Bringinbendo II Zona Sidoarjo.
Opening Ceremony Piala Grassroot Kepala Desa Bringinbendo II digelar di Lapangan Gelora Bringinbendo, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Minggu (06/09/2026). Turnamen tersebut menjadi wadah bagi talenta-talenta muda untuk mengasah kemampuan sekaligus merasakan atmosfer kompetisi sejak usia dini.
Pelaksanaan turnamen dibagi dalam tiga kelompok usia, yakni U-11 yang berlangsung mulai 6 September 2026, U-10 pada 12 September 2026, dan U-12 pada 13 September 2026.
Kepala Desa Bringinbendo H. Soleh Dwi Cahyono mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga turnamen Piala Grassroot Kepala Desa Bringinbendo II dapat kembali terselenggara.
“Kami dari Pemerintah Desa Bringinbendo merasa sangat bangga dapat menjadi tuan rumah bagi event luar biasa ini. Turnamen ini merupakan wadah penting untuk memupuk dan melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola berbakat, khususnya di wilayah Jawa Timur,” kata Soleh.

Menurut Soleh, antusiasme peserta pada gelaran tahun kedua ini cukup luar biasa. Sejumlah tim datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Nganjuk, Jember, Lumajang hingga daerah lainnya.
“Jangkauan peserta luar biasa. Hari ini kita kedatangan tim-tim hebat dari berbagai penjuru Jawa Timur. Ini menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini memiliki peminat dan potensi yang sangat besar,” ujar satu-satunya Kepala Desa peraih penghargaan dalam ajang Radar Surabaya Award 2026 baru-baru ini.
Soleh juga mengingatkan seluruh peserta, pelatih, orang tua, maupun penonton untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan Lapangan Gelora Bringinbendo. Ia meminta sampah dibuang pada tempat yang telah disediakan panitia.
Selain kebersihan, Soleh menekankan pentingnya sportivitas dan keamanan selama pertandingan. Para pemain usia dini diharapkan bertanding dengan semangat serta menjunjung tinggi kebersamaan sehingga seluruh rangkaian turnamen dapat berlangsung aman dan kondusif.
“Selamat bertanding untuk anak-anakku sekalian. Semoga turnamen ini menjadi pijakan bagi kalian untuk meraih cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional yang membanggakan di masa depan,” ucap Soleh.
Sementara itu, Person in Charge (PIC) Piala Grassroot Kepala Desa Bringinbendo II Zona Sidoarjo, Agus Haryono yang akrab disapa Hary Mbarep, mengatakan turnamen U-10 tahun ini diikuti sebanyak 16 tim. Awalnya, panitia merencanakan kompetisi untuk empat kelompok usia, termasuk U-9, namun kategori tersebut akhirnya dibatalkan karena kuota peserta tidak terpenuhi.
“Untuk U-9 hanya ada sekitar lima sampai enam tim yang mendaftar, sehingga tidak memenuhi kuota. Karena itu, kompetisi yang berjalan tahun ini hanya U-10, U-11, dan U-12,” terang Hary.
Hary Mbarep menjelaskan, peserta mayoritas berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Perwakilan kawasan Tapal Kuda di antaranya berasal dari Banyuwangi, Jember dan Lumajang, sementara dari wilayah barat terdapat tim asal Nganjuk dan Madiun, serta peserta dari Surabaya dan Sidoarjo.
“Ajang ini merupakan tahapan kualifikasi. Juara satu dan juara dua tingkat regional Sidoarjo akan mendapatkan tiket untuk berlaga di Piala Grassroot Seri Nasional yang dijadwalkan berlangsung November mendatang di Stadion Pakansari, Bogor,” jelasnya.
Pada pertandingan final kategori U-10, Arek-Arek FC Surabaya berhasil mengalahkan Poekar Nganjuk dengan skor tipis 1-0. Hasil tersebut mengantarkan Arek-Arek FC Surabaya sebagai juara pertama, sementara Poekar Nganjuk menjadi runner-up.
Meski harus puas sebagai juara kedua, Poekar Nganjuk tetap memperoleh tiket menuju Seri Nasional. Dengan demikian, Arek-Arek FC Surabaya dan Poekar Nganjuk sama-sama berhak mewakili regional Sidoarjo untuk berlaga di Stadion Pakansari, Bogor, pada putaran nasional mendatang. (rif)
















