HUTRI
Agama

Bukan Sekadar Donasi, Kolaborasi LAZISNU dan Gereja Sidoarjo Perkuat Persaudaraan Lintas Iman

5
×

Bukan Sekadar Donasi, Kolaborasi LAZISNU dan Gereja Sidoarjo Perkuat Persaudaraan Lintas Iman

Sebarkan artikel ini
Mg 7005 1 1 1
Ketua LAZISNU PCNU Sidoarjo Dodi Dliya’uddin (tengah) bersama Pendeta GKJW Jemaat Sidoarjo Noven Rudy Nathaniel (Kiri) dalam kegiatan kolaborasi lintas agama menyambut Muktamar ke-35 NU.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Semangat kebersamaan lintas agama kembali terlihat di Kabupaten Sidoarjo. Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, PCNU Sidoarjo melalui LAZISNU menggalang donasi sekaligus menggandeng sejumlah gereja untuk ikut berkhidmat menyukseskan agenda besar tersebut, Minggu (16/08/2026).

Ketua LAZISNU PCNU Sidoarjo, Dodi Dliya’uddin, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata persaudaraan dan gotong royong antarumat beragama. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada tiga lembaga gereja yang telah menyambut terbuka inisiatif tersebut, yakni Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), dan Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Breaking News

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada beberapa gereja. Inisiasi pertama dilakukan di GKJW, dan hari ini ada tiga gereja yang bergabung, yaitu GKJW, GPIB, dan GKI. Alhamdulillah semuanya menyambut dengan sangat terbuka,” ujar Dodi.

Menurutnya, kerja sama lintas agama semacam ini bukan hal baru di Sidoarjo. Semangat serupa juga pernah ditunjukkan berbagai elemen masyarakat dan umat beragama ketika memperingati satu abad NU. Kebersamaan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Dodi menjelaskan, penggalangan donasi tersebut ditargetkan mencapai sekitar Rp300 juta dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Donasi dihimpun dari lembaga pendidikan Ma’arif, TPQ, pesantren hingga kontribusi dari elemen non-Muslim. Pengumpulan donasi secara resmi memasuki hari terakhir pada Minggu (16/08/2026).

“Semangatnya adalah menjadikan NU sebagai lembaga yang Rahmatan lil ‘alamin. Jadi, siapa pun bisa ikut berkontribusi untuk memberikan pelayanan terbaik dalam Muktamar ke-35 NU,” jelasnya.

Seluruh donasi yang terkumpul nantinya dikelola LAZISNU untuk mendirikan Posko Pelayanan Muktamar di sekitar Pondok Pesantren Tambakberas, berdampingan dengan Unipdu Jombang. Posko tersebut akan menyediakan sekitar 1.000 nasi bungkus gratis setiap hari, konsumsi dan angkringan, pemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis, hingga fasilitas relaksasi pijat bagi muktamirin yang kelelahan.

Selain pelayanan kepada tamu dan peserta Muktamar, sebagian dana juga dialokasikan untuk mendukung operasional Panitia Muktamar ke-35 NU. LAZISNU PCNU Sidoarjo berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus membantu kelancaran pelaksanaan Muktamar.

Pendeta GKJW Jemaat Sidoarjo, Noven Rudy Nathaniel, menyambut positif keterlibatan jemaatnya dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini memiliki makna penting karena persaudaraan lintas agama tidak hanya diwujudkan melalui hubungan formal, tetapi juga tindakan nyata berupa kepedulian dan saling membantu.

“Antusiasme jemaat GKJW terhadap kerja sama dan keterlibatan ini sangat positif. Tanpa adanya rasa keberatan, sejumlah warga jemaat bahkan telah menyalurkan donasi secara mandiri langsung ke rekening LAZISNU sebelum acara puncak berlangsung,” ungkap Noven.

Noven menambahkan, kedekatan antara GKJW dan NU juga memiliki akar sejarah. Salah satunya melalui hubungan dengan almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia menyebut Gus Dur pernah mengajar tentang keislaman di lembaga pendidikan milik GKJW. Sebagai bentuk penghormatan, GKJW bahkan menyediakan ruang khusus untuk mengenang Gus Dur di Kantor Sinode GKJW.

Sementara itu, Ketua 2 Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Bethesda Sidoarjo, Saming Susantyoko, mengaku bersyukur hubungan persaudaraan antara GPIB dan warga Nahdliyin selama ini berjalan harmonis. Ia menyebut kedua pihak telah terbiasa bekerja sama, saling membantu dan melengkapi dalam berbagai kegiatan.

“Kami sangat berterima kasih atas persaudaraan, utamanya GPIB Bethesda Sidoarjo, yang bisa berjalan sampai saat ini. Selama ini kita sering bekerja sama, saling membantu, dan melengkapi,” kata Saming.

Saming mengatakan GPIB memiliki program interfaith atau dialog lintas iman. Dalam momentum Muktamar ke-35 NU, dukungan juga diwujudkan melalui doa bersama seluruh jemaat dalam ibadah Minggu pagi pukul 09.00 WIB.

“Kebetulan NU mau mengadakan Muktamar, sehingga kegiatan doa tersebut kami adakan pada ibadah jemaat jam 09.00 pagi. Ini merupakan bentuk dukungan moral dan spiritual dari jemaat kami,” ujarnya.

Ia berharap Muktamar ke-35 NU dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang memberikan kontribusi positif bagi kehidupan berbangsa. “Tentu kami berharap NU bisa terus maju dan berkembang untuk persatuan bangsa Indonesia dan NKRI. Itu harapan utama kami,” pungkas Saming.

Kolaborasi LAZISNU PCNU Sidoarjo dengan sejumlah gereja tersebut menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong dan persaudaraan lintas iman dapat terus dirawat. Dukungan bersama itu diharapkan tidak hanya membantu menyukseskan Muktamar ke-35 NU, tetapi juga memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di tengah keberagaman Indonesia. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578