Hari jadi
Politik

Viral Video Diduga Kampanye Dini Pilkades Kureksari, Nama Warih Andono Jadi Perbincangan

206
×

Viral Video Diduga Kampanye Dini Pilkades Kureksari, Nama Warih Andono Jadi Perbincangan

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260511 152539 Gallery
Foto tangkapan layar dari video viral yang beredar dijagad sosial media, pria dalam video yang di duga Warih Andono (kanan kaos putih) saat memberikan arahan kepada ibu-ibu yang hadir untuk Pilkades Kureksari agar memilih salah satu calon.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Video memperlihatkan seorang pria yang diduga Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, memberikan arahan pemenangan kepada salah satu calon kepala desa di Pilkades Kureksari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, menjadi perbincangan warga. Rekaman berdurasi 1 menit 9 detik itu beredar luas di media sosial dan grup percakapan warga sejak akhir pekan lalu.

Dalam video tersebut, pria yang diduga Warih itu, terlihat memberikan arahan kepada sejumlah warga yang mayoritas ibu-ibu agar datang lebih awal ke tempat pemungutan suara (TPS) dan memilih calon kepala desa nomor urut 2 yang diketahui merupakan calon petahana, Wishom Sahudi. Rekaman itu disebut diambil pada Jumat malam (08/05/2026) di depan kantor pemasaran salah satu perumahan di Kecamatan Waru.

Breaking News

“Ayo semuanya rukun di depan TPS. Kenapa di depan TPS? Pertama, supaya kalian mencoblos duluan nomor dua,” ujar pria dalam video yang beredar di masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan teknis pengawalan suara di sekitar TPS. Ia meminta sedikitnya 10 orang berada di area TPS untuk mengingatkan warga agar memilih calon tertentu sebelum masuk ke lokasi pencoblosan.

“Jika ada orang mau masuk ke TPS, kamu beritahu, jangan lupa nomor dua. Berdiri saja di depan TPS bersama-sama, satu TPS minimal sepuluh orang atau lebih. Kalau sepuluh orang bicara semua mengajak nomor dua, selesai,” ucapnya dalam rekaman tersebut.

Dalam video yang sama, pria yang diduga Warih Andono itu turut menyinggung soal politik uang. Ia menyebut mengajak warga memilih calon tertentu di depan TPS berbeda dengan praktik pemberian uang kepada pemilih yang dilarang dalam aturan pemilu maupun pilkades.

“Yang tidak boleh itu kalau memberi uang, itu namanya politik uang, tidak boleh. Tapi kalau kamu di depan TPS mengajak ayo coblos nomor dua, itu tidak apa-apa,” katanya.

Warga Kureksari, Handoko, mengaku mengetahui video tersebut setelah ramai diperbincangkan masyarakat. Ia menilai arahan dukungan kepada salah satu calon kepala desa disampaikan sebelum masa kampanye resmi dimulai.

“Ya kan seharusnya Pak Warih tahu kalau masih belum masuk masa kampanye kepala desa. Jadwal kampanyenya kan mulai 18 sampai 20 Mei nanti, baru nyoblos tanggal 24 nanti,” kata Handoko, Senin (11/05/2026).

Menurut Handoko, dukungan terbuka terhadap salah satu calon dapat memunculkan kecemburuan sosial di tengah kontestasi Pilkades Kureksari yang diikuti tiga kandidat. Ia menilai seluruh calon seharusnya mendapat perlakuan yang sama selama tahapan pemilihan berlangsung.

“Kalau seperti itu bikin cemburu dan tidak adil dengan calon lain. Di desa ini kan ada tiga calon yang maju, salah satunya Kades sekarang Pak Wishom Sahudi,” ujarnya.

Merujuk Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 2 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemilihan Kepala Desa, kampanye hanya diperbolehkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Aturan itu juga mengatur masa tenang selama tiga hari sebelum pemungutan suara serta melarang aktivitas kampanye di area TPS guna menjaga netralitas proses pemilihan.

Hingga Senin siang, panitia Pilkades Kureksari maupun pengawas tingkat kecamatan belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya video tersebut. (Red)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578