Hari jadi
Bisnis

Metode Tradisional Bertahan, Kue Lumpur Sidoarjo Kebanjiran Pesanan Selama Ramadan

390
×

Metode Tradisional Bertahan, Kue Lumpur Sidoarjo Kebanjiran Pesanan Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini
Img 20260228 Wa0151
Kue Lumpur khas Sidoarjo kebanjiran pesanan selama Bulan Ramadan
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Denyut Ramadan 2026 membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kuliner tradisional di Sidoarjo. Salah satunya adalah produsen kue lumpur khas daerah tersebut yang kebanjiran pesanan sejak awal bulan puasa. Permintaan meningkat tajam, baik untuk kebutuhan berbuka puasa maupun sebagai buah tangan bagi para pelancong.

Kudapan legendaris asal Jawa Timur ini memang tak pernah kehilangan penggemar. Teksturnya yang lembut dengan cita rasa manis gurih menjadikannya pilihan favorit masyarakat saat ngabuburit. Momentum Ramadan semakin mengangkat popularitas kue lumpur sebagai sajian takjil yang praktis namun berkesan.

Breaking News

Di sebuah rumah produksi yang berlokasi di Jalan Hang Tuah, Kota Sidoarjo, aktivitas pembuatan kue lumpur tampak lebih sibuk dari hari biasanya. Aroma adonan bercampur asap arang kayu langsung menyambut siapa pun yang memasuki area dapur produksi. Para pekerja terlihat cekatan menuang adonan ke cetakan dan mengawasi tingkat kematangan kue.

Pemilik usaha, Lilik Resiyowati, mengungkapkan bahwa lonjakan pesanan sudah terasa sejak hari pertama Ramadan. Ia menyebut, dibandingkan hari biasa, jumlah produksi meningkat cukup signifikan terutama saat akhir pekan dan tanggal merah.

“Setiap hari kalau hari biasa bisa produksi 2.000 biji, kalau hari-hari ramai ya lebih dari itu. Apalagi Sabtu dan Minggu, tetap ramai terus,” ujar Lilik saat ditemui awak media GELORAJATIM.COM di lokasi produksi, Minggu (01/03/2026).

Menurutnya, pada momen Ramadan atau libur nasional, pesanan yang masuk bisa menembus lebih dari 3.000 biji per hari. Pesanan tersebut tidak hanya datang dari pelanggan yang membeli langsung di toko, tetapi juga melalui pemesanan daring yang terus bertambah.

“Sejak awal puasa kemarin permintaan naik seperti tanggal merah atau Sabtu-Minggu, kita buat kue lumpur bisa lebih dari 3.000 biji per harinya,” lanjutnya.

Lonjakan produksi tersebut berdampak pada kebutuhan bahan baku yang meningkat drastis. Kelapa muda dan telur menjadi komponen utama yang harus selalu tersedia dalam jumlah besar demi menjaga kualitas rasa dan tekstur.

“Satu hari itu kadang sampai habis 75 biji kelapa muda, kalau ramai bisa sampai 100 biji. Tepungnya kalau saya ramai bisa habis 15 kilo, kalau hari biasa ya sekitar 10 kotak adonan lebih,” ungkap Lilik.

Di tengah maraknya penggunaan mesin modern dalam industri makanan, rumah produksi ini tetap mempertahankan metode tradisional. Proses pembakaran menggunakan kompor gas dengan tambahan arang kayu di bagian atas cetakan menjadi ciri khas yang sulit ditiru.

“Proses pembuatannya masih tradisional semua, pakai kompor gas dan arang, tidak pakai alat modern. Habis diproses langsung cetak, tidak boleh disimpan terlalu lama, harus langsung dijual,” jelasnya.

Metode tersebut diyakini menjadi rahasia cita rasa khas yang dihasilkan. Panas dari arang kayu memberikan aroma smoky yang lembut, sekaligus membuat permukaan kue matang merata tanpa menghilangkan kelembutan bagian tengahnya.

Secara tampilan, kue lumpur Sidoarjo memiliki tekstur yang lembut dan cenderung lumer di bagian tengah. Perpaduan manis adonan dengan gurih santan serta potongan kelapa muda menciptakan sensasi rasa yang ringan dan cocok untuk membatalkan puasa.

Suryanto, salah satu konsumen asal Surabaya, mengaku rutin membeli kue lumpur ini setiap Ramadan. Ia menilai cita rasa yang ditawarkan berbeda dengan produk serupa di tempat lain.

“Teksturnya lembut dan rasanya lumer di mulut, cocok untuk dewasa maupun anak-anak. Manisnya juga pas, tidak sama dengan tempat lain yang kadang teksturnya tidak dapat seperti ini,” tuturnya.

Untuk pilihan produk, tersedia dua varian utama yakni original dan kelapa muda. Harga yang ditawarkan pun masih terjangkau, mulai dari Rp36.000 per kotak isi 10 biji untuk varian original, Rp41.000 untuk kelapa muda, serta paket campur seharga Rp38.500.

Tak hanya diminati warga lokal, pelanggan dari luar kota seperti Malang, Jakarta, hingga Bandung turut memadati toko ini saat berkunjung ke Sidoarjo. Banyak di antara mereka menjadikan kue lumpur sebagai oleh-oleh khas yang merepresentasikan identitas kuliner daerah.

“Banyak yang dari luar kota, Surabaya, Malang, bahkan ada yang dari Jakarta dan Bandung. Biasanya tamu yang ke Sidoarjo mampir ke sini untuk oleh-oleh keluarga atau tetangga,” pungkas Lilik. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578