SIDOARJO, GELORAJATIM.COM – Permintaan penjelasan maupun ruang hak jawab terkait bau menyengat diduga dari perusahaan pupuk di desa Karangbong, kecamatan Gedangan Sidoarjo tidak mendapat respon pihak perusahaan.
Ibu Yeni, management perusahaan pupuk yang menemui wartawan media ini malah menyebut seseorang bernama khusaini dan seorang pimpinan media berinisial M.
”Lho, masnya gak kenal pak khusaini dan mas M ta? tanya Bu Yeni, kamis (19/10/2023). kemudian media ini balik bertanya, Pak Khusaini itu siapa dan sebagai apa di perusahaan. Dijawabnya dia itu orang yang disegani di Karangbong.
Lalu kemudian Bu Yeni menelepon Khusaini, dan memberikan handphone ke media ini untuk berbicara dengannya. Dalam pembicaraan telepon itu dirinya mengatakan bukan siapa- siapa, tapi dia yang mengatasi jika ada suatu permasalahan atau ada yang meminta uang ke perusahaan.
”Uang bensin wes tak bawa,” Kata dia. Dimana dalam hal ini, maksud kedatangan media adalah untuk konfirmasi agar memperoleh penjelasan terkait bau yang telah dikeluhkan warga.
Terpisah mengenai hal ini, Kasatpol PP Sidoarjo Drs Yani Setiawan mengatakan, sehubungan dengan usaha pupuk yang ada di desa karangbong, kami mendapat dumas, aduan dari masyarakat bahwasanya di situ berdiri usaha pupuk yang mengakibatkan bau yang tidak sedap di warga.
“Ini nanti aduan akan kita tindaklanjuti dengan pemantauan di lapangan nanti bekerja sama dengan dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK) karena disitu bau nanti akan ada dinas teknis yang menangani kemudian soal perizinan nanti kita akan juga minta bantuan dinas perizinan sejauh mana perizinan yang dimiliki,” jelas Yani,(20/10/3023).
”Bagaimanapun ini mengakibatkan keresahan bagi masyarakat, ini bagaimana pemerintah hadir disana untuk bisa memberikan rasa nyaman kepada masyarakat untuk tinggal di sekitar. Jadi pada prinsipnya aduan ini akan kita tindaklanjuti sesuai dengan regulasi yang ada,” tutup dia.
Seperti diberitakan sebelumnya seorang warga RW 04 mendatangi perusahaan untuk menyampaikan komplain. Bahwasanya baunya bocor dan melebar ke lingkungan. Disana, warga tersebut meminta kepada pihak perusahaan segera membenahi agar tidak menggangu lingkungan.( Waruureng)






